Minggu, 20 Januari 2013

Tugas Makalah,
Ira Firayani
&
Dkk klompok 9

The Natural Approach
A.    Latar Belakang
Natural Approach atau Pendekatan Alamiah dirintis oleh seorang guru bahasa Spanyol di California bernama Tracy Terrel pada tahun 1997. Namun pendekatan ini masyhur dengan dua nama ahli, yaitu Terrel dan Stephen Krashen. Ini disebabkan oleh adanya kerja sama Terrel dengan Krashen dalam memperkenalkan dan mengembangkan Natural Approach sebagaimana yang telah dipopulerkan melalui buku mereka dengan judul The Natural Approach yang dipublikasikan pada tahun 1983. Natural Approach pertama kali muncul berdasarkan pengalaman mengajar Terrel di California mengenai bahasa Spanyol. Kemudian, adanya pandangan yang mengatakan bahwa penguasaan bahasa itu lebih berpusat pada pemerolehan bahasa secara alamiah, bukan pada pembelajaran yang menekankan struktur atau aturan-aturan bahasa yang dipelajari satu-persatu secara sadar.
Dalam memperkenalkan metode ini, Terrel dan Krashen menyebutnya sebagai metode pengajaran bahasa yang tradisional. Pendekatan Tradisional didefenisikan sebagai dasar penggunaan bahasa dalam berkomunikasi tanpa mendengar langsung bahasa tersebut dari penutur aslinya.
B.     Approach
·         Teori Bahasa
Bahasa dalam Natural Approach dipandang sebagai alat yang dapat digunakan untuk berkomunikasi, memberi informasi dan menyampaikan maksud serta makna. Oleh karena itu, para ahli atau pelopor Natural Approach menjelaskan bahwa kosa-kata memiliki peranan yang sangat penting dalam pendekatan ini.
·         Teori Belajar
Teori belajar dalam Natural Approach dibagi ke dalam beberapa bagian sebagai berikut:
Ø  Hipotesis Pemerolehan/ Pembelajaran
Hipotesis Pemerolehan/Pembelajaran menjelaskan bahwa ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan penguasaan bahasa sasaran. Pertama,  melalui Pemerolehan bahasa. Pemerolehan merupakan penguasaan bahasa dengan cara yang alami atau sama dengan bagaimana anak memperoleh bahasa pertamanya. Pemerolehan ini tepatnya mengarah pada cara memperoleh bahasa dengan tidak melalui pembelajaran yang formal. Kedua,  melalui Pembelajaran. Penguasaan bahasa melalui Pembelajaran merupakan usaha menguasai bahasa dengan cara belajar secara sadar dan formal tentang aturan atau kaidah-kaidah bahasa.
Ø  Hipotesis Monitor
Hipotesis Monitor menyatakan bahwa dalam pemerolehan bahasa terdapat hubungan antara proses bawah sadar dan proses sadar, yaitu proses bawah sadar menghasilkan pemerolehan bahasa dan proses sadar menghasilkan hasil belajar yang dilakukan secara formal (Chaer, 2009).
Ø  Hipotesis Urutan Alamiah
Hipotesis Urutan Alamiah menyatakan bahwa unsur-unsur bahasa yang sesuai dengan aturan atau kaidah-kaidah bahasa dapat diperoleh secara alami dalam proses pemerolehan bahasa.
Ø  Hipotesis Masukan
Hipotesis ini menjelaskan bahwa bahasa dapat dikuasai melalui input  (masukan) berupa wacana atau kegiatan mendengarkan sesuai dengan apa yang dipahami oleh anak.
Ø  Hipotesis Filter Efektif
Hipotesis Filter Efektif menjelaskan bahwa pemerolehan bahasa dapat dipengaruhi oleh sikap atau emotional anak. Contohnya, anak yang merasakan nyaman dalam mempelajari bahasa bisa mengucapkan kosa-kata dengan baik. Oleh karena itu, dalam hal ini guru dituntut untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman.
C.     Design
a)      Objectives
Natural Approach dirancang untuk anak yang pemula mempelajari bahasa asing atau bahasa sasaran. Ini diharapkan agar siswa mampu memahami apa yang disampaikan oleh pembicara yang menggunakan bahasa bahasa target serta mampu menyampaikan ide dan permintaannya ke dalam bentuk bahasa sasaran.
b)      Syllabus
Terrel dan Krashen mengemukakan dua pendapat dalam merancang pembelajaran pada Natural Approach: Pertama, Terrel dan Krashen memasukkan tujuan khusus pembelajaran bahasa sesuai dengan konsep Natural Approach. Tujuan khusus tersebut mereka bagi ke dalam empat bidang, yaitu; Keterampilan Dasar Berkomunikasi Individu dalam bentuk oral dan tulisan serta Keterampilan Belajar Akademik dalam bentuk oral dan tulisan. Kedua, tujuan pembelajaran bahasa sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan siswa dan kepentingan tertentu. Oleh karena itu, rancangan pembelajaran di sini disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Namun meski demikian, tata bahasa tetap tidak dimasukkan ke dalam silabus.
c)      Types of Learning and teaching Activities
Siswa diberikan input yang mudah dipahami ke dalam bentuk bahasa sasaran dan guru fokus menjelaskan materi di kelas dengan menggunakan gambar seperti pada Metode Langsung. Untuk mengurangi ketegangan siswa, siswa diminta untuk tidak mengucapkan kata apapun sebelum mereka merasa benar-benar mampu mengucapkan kata tersebut. Namun siswa tetap diharapkan merespon pertanyaan dan penyampaian guru.
Ketika siswa sudah mampu mengucapkan kata-kata ke dalam bentuk bahasa sasaran, maka guru memberikan kesempatan kepada siswa dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Guru berbicara secara perlahan dan jelas serta memberikan pertanyaan yang hanya membutuhkan satu jawaban.
d)     Learner Roles
Selain siswa diminta untuk merespon penyampaian dan pertanyaan guru, siswa juga diminta untuk saling berkomunikasi antar sesama teman di antara mereka. Intinya, dalam kelas Natural Approach, siswa diminta untuk aktif berkomunikasi.
e)      Teacher Roles
Guru memiliki tiga peranan penting dalam kelas. Pertama, guru merupakan sumber utama dalam pemberian input kepada siswa ke dalam bentuk bahasa sasaran secara sederhana. Kedua, guru menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menarik. Kemudian yang ketiga adalah guru harus memilih dan mengkombinasikan berbagai macam kegiatan belajar di kelas, seperti membentuk kelompok kecil dan games dalam pembelajaran. Artinya, guru berhak memilih materi sekaligus desain penyampaian materi sesuai dengan kebutuhan siswa.
f)       The Role of Instructional Materials
Tujuan utama memberikan materi adalah untuk meningkatkan pemahaman dan komunikasi siswa terhadap apa yang mereka pelajari. Penyajian materi di sini dapat diselingi dengan pemberian games, alat peraga dan gambar karena ini sangat membantu siswa dalam memahami apa yang disampaikan oleh guru dan mempermudah penguasaan kosa-kata bahasa sasaran. Materi yang disajikan dapat diambil dari buku bacaan, brosur dan juga iklan.
g)      Procedure
Prosedur pembelajaran Pendekatan Alamiah/Natural Approach tidak jauh beda bahkan hampir persis sama dengan prosedur pendekatan-pendekatan pembelajaran lainnya, seperti Situational Language Teaching, Communicative Language Teaching dan Total Physical Response. Berikut gambaran singkat prosedur Pendekatan Alamiah pembelajaran bahasa:
1)      Salah satu contoh yang dapat diambil dalam prosedure Total Physical Response adalah di awal pembelajaran diperdengarkan ungkapan-ungkapan yang berbentuk sederhana kepada siswa seperti “stand up, turn around dan rise your right hand”.
2)      Guru bisa menggunakan karakter fisik dan pakaian secara langsung untuk memperkenalkan nama-nama anggota badan dengan menyertakan kata kunci yang mudah dipahami oleh siswa, seperti rambut, panjang dan pendek.
3)      Guru memperkenalkan benda-benda yang ada di dalam kelas dengan menyentuh langsung benda yang dimaksud, misalnya mengambil pensil kemudian meletakkannya di bawah buku, menyentuh didnding dan berjalan ke arah pintu lalu mengetuk pintu tersebut dengan tiga kali. Dan yang terakhir adalah penggunaan gambar. Dan,
4)      Dalam penggunaan gambar, siswa dapat diminta untuk menunjukkan gambar sesuai dengan apa yang digambarkan oleh guru, misalnya sebuah gambar diperlihatkan kepada siswa di mana di dalam gambar tersebut terdapat gambar seseorang yang berperawakan Ayah dan Ibu. Di sini guru mengatakan Father misalnya, maka siswa diharapkan menunjuk gambar laki-laki yang terdapat dalam gambar tersebut.
D.    Tehnik Natural Approach
Penerapan Natural Approach dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai tehnik pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa dalam bentuk bahasa sasaran. Sebenarnya, penerapan tehnik ini sama dengan prosedur Pendekatan Alamiah di atas, hanya saja penentuan tehnik di sinasari dijelaskan secara rinci berdasarkan tiga tingkatan pembelajaran, yaitu:
1)      Tingkat Pemahaman
Pada tingkatan pemahaman ini, pembelajaran bahasa masih berkisar pada melatih pemahaman siswa dalam menyimak informasi secara intensif dengan catatan siswa tidak diharuskan menggunakan bahasa sasaran. Terdapat tiga cara untuk melakukan hal ini sebagai berikut:
a.       Total Physical Response, guru melakukan kegiatan pembelajaran dengan menyebut nama kegiatan tersebut atau nama-nama benda yang berkaitan dan meminta siswa untuk mengulanginya dengan cara yang sama.
b.      Tehnik Demonstrasi, guru menunjuk benda yang terdapat di dalam kelas kemudian menyebut nama benda tersebut dalam bentuk bahasa sasaran hingga siswa memahaminya. Selanjutnya, guru kembali menyebut nama salah satu benda lalu siswa diminta untuk menunjuk benda yang dimaksud itu.
c.       Menggunakan media visual.
2)      Tingkat Produksi Permulaan
Pada tingkatan ini siswa diminta untuk menggunakan bahasa sasaran dalam bentuk yang sederhana dan mudah. Kegiatan ini dapat dilakukan pada saat siswa sudah memiliki kosa-kata sekitar lima ratus kata dan menguasai sejumlah tata bahasa yang dibuthkan.
3)      Tingkat Produksi Lanjutan
Pada tingkatan ini mulai dilakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan bahasa sasaran, misalnya melakukan permainan-permainan bahasa dan berkunjung ke tempat atau ke negara-negara yang menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi. Pada tingkatan ini juga siswa sudah tidak diperbolehkan untuk melakukan penerjemahan bahasa.
E.     Kelebihan dan Kekurangan Natural Approach
·         Kelebihan:
a.       Siswa dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing dengan cepat.
b.      Suasana kelas lebih santai dan nyaman karena tidak ada paksaan untuk berbicara bahasa asing, khsusnya pada awal-awal pembelajaran.
c.       Efektif digunakan pada tingkat  kelas dasar.
·         Kekurangan
a.       Natural Approach nampak tidak fokus pada satu titik keterampilan berbahasa saja karena dalam mencapai penguasaan bahasa dilakukan berbagai kegiatan, seperti menulis dan berkomunikasi.
b.      Alokasi waktu yang digunakan untuk mempelajari tata bahasa sedikit, sehingga sering terjadi kesalahan dalam penggunaan tata bahasa.













References
Amrulloh, M. Z. (2012). Metode alamiah dan metode langsung dalam pembelajaran bahasa.
Chaer, A. (2009). Psikolinguistik kajian teoretik. Jakarta: PT Rineka Cipta
Richards, J. C. & Rodgers, T. S. (1986). Aprroaches and methods in language teaching.
Cambridge University: Press Syndicate











0 komentar:

Posting Komentar